Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2018

Cara Me-Remote Linux Ubuntu dari Windows Menggunakan Xrdp

RDP adalah protokol proprietary dari Microsoft. Jadi bagaimana kita bisa menggunakan RDP untuk mengontrol kotak Ubuntu kita dari jarak jauh?
Di sinilah xRDP hadir dalam permainan, server open source remote desktop protocol (RDP) untuk mengontrol/meremote mesin dari jauh.  sejauh yang saya mengerti. Pertama yang harus dilakukan adalah 

1. Install XRDP dan Xfce4

#sudo apt-get update
#sudo apt-get install xrdp

2. Install Xfce4
#sudo apt-get install xfce4
Install XFCE4 terminal (way better than xterm)
#sudo apt-get install xfce4-terminal

Install icon sets
#sudo apt-get install gnome-icon-theme-full tango-icon-theme

3. Konfigurasi XRDP
Pada langkah ini kita memodifikasi 2 file untuk memastikan xRDP menggunakan xfce4. Pertama kita perlu membuat atau mengedit file .xsession di direktori home, Kita bisa menggunakan nano editor.

#echo xfce4-session >~/.xsession
# nano /etc/xrdp/startwm.sh

Konten akan terlihat seperti ini, Perhatikan baris terakhir, Tambahkan startxfce4
#!/bin/sh
 if [ -r /etc/default/locale ]; then
     .    /etc/default/locale 
          export LANG LANGUAGE 
fi 

startxfce4


4. Restart XRDP
Setelah semuanya selesai restart XRDP
#sudo service xrdp restart


Cara Ini berhasil saya terapkan, Selamat Mencoba!
Continue reading Cara Me-Remote Linux Ubuntu dari Windows Menggunakan Xrdp

Sabtu, 17 Maret 2018

Cara Menggabungkan harddisk jadi 1 volume di ubuntu 16.04 Menggunakan LVM

Pada Tulisan sebelumnya, saya pernah menulis bagaimana menggabungkan beberapa harddisk jadi satu paritisi di windows 2008 server, untuk sekarang saya akan melakukanya di linux Ubuntu 16.04.
Berawal dari Perintah atasan untuk mengganti server dari win2008server ke linux ubuntu, memutar otak lagi untuk menggabungkan beberapa harddisk menjadi 1 partisi, oke sekarang kita akan coba menggabungkan 3 harddisk menggunakan LVM Logical Volume Manager. baiklah langkah pertama menginstall LVM di terminal dengan cara mengetikan perintah:
#sudo apt-get install LVM2
Setelah instalasi selesai Lalu check harddisk dengan perintah
#sudo fdisk -l
Kedua kita akan membuat partisi kosong dengan memformat ketiganya dengan LVM, kita buat /dev/sdb dahulu dengan perintah
#sudo fdisk /dev/sdb
#sudo fdisk /dev/sdc
#sudo fdisk /dev/sdi
kemudian kita ketik huruf (n)enter untuk membuat partisi baru->ketik (p)->ketik (1)->lalu masukan jumlah size harddisk yang akan kita gunakan lalu ->enter ->ketik (q) untuk keluar. 
Lakukan perintah hal yang sama pada /dev/sdc dan /dev/sdi

Ketiga kita akan mencoba menggabungkan dengan membuat physical volume pada 3 harddisk tersebut dengan perintah
#pvcreate /dev/sdb
#pvcreate /dev/sdc
#pvcreate /dev/sdi
Pastikan semuanya sukses, untuk mengecek hasilnya ketik perintah pvs pada terminal
#pvs
Selanjutnya membuat VG Volum Group (video) menggabungkan pada ketiga physical volume sdb, sdc & sdi dengan mengetikan perintah
#vgcreate video /dev/sdb /dev/sdc /dev/sdi
#vgs
untuk melihat hasilnya ketik vgs pada terminal lihat hasilnya total semua harddisk 12.74 TB
Selanjutnya membuat partisi LV Logical Volume kita beri nama (video) sama dengan VG, kita akan gunakan semuanya kurang lebih 12.74 Tb dengan mengetikan perintah
#lvcreate -l 100%FREE -n video video
# lvs
untuk melihat hasilnya ketik lvs pada terminal. untuk mengecek hasil pembuatan VG dan LV yang tadi  kita buat ketik perintah
#lvdisplay
Perlu kalian tahu bahwa LV path /dev/video/video belum memiliki format file system, supaya bisa create data, isi dengan file atau folder. ketik perintah ini
#mkfs.ext3 /dev/video/video
tunggu sampai proses format file system selesai, selanjutnya kita buat folder video pada directory /home lalu silahkan mounting untuk LV /dev/video/video dengan perintah
#mkdir video
#sudo mount /dev/video/video /home//video
Setelah proses mounting pada ke3 LVM success, cek kapasitas directory video pada folder yang kita buat tadi 

Terlihat hasil dari penggabungan ketiga harddisk tersebut, Cara ini berhasil untuk saya
Selamat Mencoba.
Continue reading Cara Menggabungkan harddisk jadi 1 volume di ubuntu 16.04 Menggunakan LVM

Senin, 27 Oktober 2014

Install FreeBSD 9.1 GUI

Postingan kali ini bagaimana cara mengubah tampilan freebsd 9.1 ke mode GUI. saya ampe pusing mencari referensinya kemana-mana waktu pertama kali saya coba. dan akhirnya berhasil ini hasilnya
                                                                        Tampilan FreeBsd 9.1
dan ini caranya :
 LogIn sebagai root
dan ikuti perintahnya:
# freebsd-update fetch
# freebsd-update install
Lalu reboot
log in kembali sebagai root
# portsnap fetch
# portsnap extract
# portsnap update

Sekarang Kita install sources kernel, ini dibutuhkan untuk gnome,, tapi pertama kita install terlebih dalu subversion.
# cd /usr/ports/devel/subversion
# make -DBATCH install clean
# rehash

Sekarang jalankan perintah Subversion

Sekarang kita install X11…
# cd /usr/ports/x11/xorg
# make -DBATCH install clean

Sekarang install Gnome…
# cd /usr/ports/x11/gnome2
# make -DBATCH install clean
Sekarang  install XFCE
#cd /usr/ports/x11-wm/xfce4
# make -DBATCH install clean

PERINGATAN:  Kamu akan mendapatkan pesan eror xfce-notifyd conflicts dengan package notifications-0.7 paket ini dasarnya sama, notifications package digunakan oleh Gnome hanya bisa satu dari yang lain tidak keduanya. Jadi kita gunakan “portmaster” untuk memecahkan masalh ini.

Install portmaster
# cd /usr/ports/ports-mgmt/portmaster
# make -DBATCH install clean
# portmaster -o deskutils/xfce4-notifyd notification-daemon

Lanjutkan instal XFCE…
# cd /usr/ports/x11-wm/xfce4
# make -DBATCH install clean

# portmaster –check-depends

Continue reading Install FreeBSD 9.1 GUI

Jumat, 29 November 2013

PERINTAH-PERINTAH DASAR LINUX

Pada saat pertama kali menggunakan UNIX / Linux, setiap user harus memasukan login dan password yang sebelumnya harus didaftarkan kepada administrator sistem. Nama login pada umumnya dibatasi 8 karakter dan menggunakan huruf kecil. Pada sistem operasi DOS, setiap user yang memakai komputer tidak pernah ditanya login dan password, karena DOS memang dirancang tidak untuk sistem multi-user. Sedangkan UNIX / Linux, sejak awal pengembangannya memang ditujukan untuk sistem multi- user sehingga dilengkapi dengan sistem keamanan yang handal.

1. login
Fungsi : untuk masuk ke dalam jaringan
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan tombol password tidak ditampilkan di layar. Jika seorang user tidak mempunyai hak atau memasukkan password yang keliru maka akan tampil pesan : Login Incorrect
3. who
Fungsi : untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login)
Keterangan : perintah who akan memberikan daftar pemakai yang baru saja log in dengan menunjukkan nama pemakai, terminal ID, dan waktu masing-masing log in.
4. finger
Fungsi : finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger
menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who.
5. logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem
Keterangan : bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
6. exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem
Keterangan : sama dengan perintah log out.
7. whoami
Fungsi : untuk mengetahui siapa user yang sedang login di suatu komputer / terminal
Keterangan : digunakan bila anda menemukan terminal yang belum logout atau exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
8. date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal
Keterangan : Melaporkan atau mengatur tanggal dan waktu sistem. Bila tidak ada argumen yang ditentukan, akan dilaporkan tanggal dan waktu sekarang.
9. cal
Fungsi : mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999
Keterangan : membuat kalender bulan dan tahun yang ditentukan. Bila bulan tidak disertakan, maka dibuat kalender untuk 1 tahun.
10. ls
Fungsi : menampilkan daftar file dalam directory aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directory dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –1, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.
11. chmod
Fungsi : mengubah proteksi file
Format : chmod bilangan nama file
12. clear
Fungsi : bersihkan layar.
Format : clear
13. cmp
Fungsi : bandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik, tetapi jika ada perbedaan maka akan dilaporkan.
14. cp
Fungsi : copy file1 menjadi file2
Keterangan : cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau
lebih, ke sebuah direktory.
15. rm
Fungsi : menghapus file
Format : rm nama-file
16. mv
Fungsi : memindahkan file1 menjadi file2
Format : mv file1 file2
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori
17. cat
Fungsi : menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS)
Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika yang file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakterkarakter aneh pada layar. Untuk menghindari tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v
18. more
Fungsi : menampilkan isi text file per layar
Format : more nama file
Keterangan : more menampilkan isi file dari titik tertentu kemudian menampilkan sisa file pada CRT sebanyak satu halaman setiap kali. Setiap layar CRT penuh maka penampilan file akan berhenti dan menunggu kita mengetikkan sebuah karakter atau return.
19. head
Fungsi : perintah head digunakan untuk menampilkan 10 baris pertama dari suatu file teks.
20. tail
Fungsi : perintah tail digunakan untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file teks.
21. history
Fungsi : mencetak perintah-perintah sebelumnya Tidak semua versi UNIX menyediakan perintah ini. Perintah history ini dapat digunakan untuk mengingat kembali perintah-perintah yang dijalankan sebelumnya. Perintah ini juga dapat digunakan untuk menjalankan lagi suatu perintah tanpa mengetik ulang.
23. wc
Fungsi : menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file
Format : wc nama-file
24. alias
Fungsi : untuk mengganti nama perintah
25. man
Fungsi : singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan informasi bantu untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX.
Format : man nama-perintah
26. grep
Fungsi : mencari isi suatu file di sembarang directory
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program.
27. rmdir
Fungsi : menghapus direktori
Format : rmdir nama-direktori


Tambahan :

·         Untuk login ke root :
$ sudo su
lalu tekan enter

·         Mount USB :
$ mount –t vfat /dev/sda1 /mnt/usb

·         Unmount USB :


$ unmount /mnt/usb
Continue reading PERINTAH-PERINTAH DASAR LINUX